Selasa, 01 Oktober 2019

Asam Basa

ASAM DAN BASA

A. Konsep Asam Basa
           
            Asam Basa merupakan dua senyawa kimia yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Secara umum zat-zat yang berasa masam mengandung asam, misalnya asam sitrat pada jeruk, asam cuka, asam semut pada semut. Telah lama diketahui bahwa larutan asam juga bersifat korosif, yaitu dapat merusak berbagai benda, antara lain logam dan marmer.
          Basa (Alkali) yang berarti abu, umumnya larutan basa ini memiliki rasa pahit dan licin, misalnya sabun.
          Di laboratorium , asam dan basa secara sederhana  dapat dikenali dengan menggunakan kertas lakmus, dalam larutan asam, kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah, sedangkan dalam larutan basa kertas lakmus merah akan berubah menjadi warna biru. Jika kertas lakmus tidak berubah warnanya, larutan yang di celupi bersifat netral (tidak asam dan tidak basa). Contohnya, larutan netral adalah air murni

     B.  Teori Asam Basa

            Teori Asam menurut Arrhenius
Asam: senyawa yang dapat melepas ion hidrogen (H+) jika dilarukan dalam air.
Basa: senyawa yang dapat melepas ion hidroksida (OH-) jika dilarutkan dalam air.
Reaksi asam basanya: Reaksi pembentukan H2O dari ion-ion H+ dan OH-

Reaksi ionisasi zat asam sebagai berikut:




Jumlah ion H+ yang dilepaskan oleh tiap molekul disebut valensi asam. Adapun ion negatif yang lepas disebut sisa asam.

Reaksi ionisasi zat basa sebagai berikut:

 




   





           Teori Asam menurut Bronsted-Lowry

Asam: Senyawa yang dapat memberi proton (H+) kepada senyawa lain
Basa: Senyawa yang dapat menerima proton (H+) dari senyawa lain.
Reaksi asam basa: Reaksi Perpindahan proton dari satu senyawa ke senyawa lain
Contohnya:



Setelah melepaskan satu proton asam membentuk spesi yang disebut basa konjugasi.
Setelah menangkap satu proton basa  membentuk spesi yang disebut asam konjugasi.


          Teori asam menurut Lewis

Asam: Senyawa yang dapat menerima pasangan electron bebas dari senyawa lain
Basa: Senyawa yang dapat memberi pasangan elekron bebas dari senyawa lain.
Reaksi asam basa: Reaksi Pembentukan ikatan antara asam dan basa
Contohnya: 




          C. Sifat Asam dan Basa

 Asam: - Rasanya masam
            - Bersifat korosif (merusak)/mereaksi asam
            - Menghasilkan ion H+ bila dilarutkan dalam air
            - Derajat keasaman (ph) <7
            - memerahkan kertas lakmus biru
            - tidak merubah warna kertas lakmus merah
            - H+ (aq) + A-
àHA (aq)  (aq)

Basa: - Rasanya pahit
          - Berisfat kaustik (merusak kulit)/ terasa licin saat disentuh
          - Menghasilkan ion OH- bila dilarutkan dalam air
          - Derajat keasaman (pH) > 7
          - Tidak merubahwarna kertas lakmus biru
          - Membirukan kertas lakmus merah
          - B+ (aq) + OH-
àBOH (aq)  (aq)


.     D. Derajat Keasaman (pH) larutan

Asam dsn basa dibedakan menjadi asam kuat,asam lemah,basa kuat dan basa lemah. Asam kuat dan basa kuat terionisasi sempurna dalam air sedangkan asam lemah dan basa lemah terionosasi sebagian dalam air.
Menurut Arrhenius, asam yang dilarutkan ke dalam air akan melepas ion H+, dengan untuk menyatakan derajat kesamaan. Berdasarkan kenyataan itu, seorang kimiawan Denmark yang bernama SORENSEN(1988-1939) mrngusulkan konsep Ph untuk menyatakan konsentrasi ion H+. ph dikatakan sebagai pangkat hydrogen. Secara matematis besar  Ph  dapat ditulis.
Ph= -log[H+]
à [H+]=konsentrasi ion hidrogen



Referensi : - Buku KIMIA SMA 2 (Drs. Unggul sudarmo, M.Pd
             - Theory and ap[lication of chemistry 2
             - zenius.net 



            








Tidak ada komentar:

Posting Komentar